Terus Didorong, Pengembangan RPL Kawasan Perbatasan

Oleh : aris 04 September 2015    Tidak ada komentar

Terus Didorong, Pengembangan RPL Kawasan Perbatasan

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) terus mendorong pengembangan rumah pangan lestari (RPL) di kawasan perbatasan negara wilayah Kaltim. Selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengembangan RPL dinilai dapat mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat perbatasan.

 

“Ini tahun kedua kita dukung pengembangan RPL Batu Majang, Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Sebelumnya kita sudah bangunkan rumah dan kawasan budidayanya. Sekarang kita bantu bibitnya, baik untuk sayur mayur, maupun bibit ikan yang cocok dikembangkan masyarakat,” kata Kepala BPPD Kaltim melalui Kabid Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha, Husaini, di Samarinda, Jumat (4/9).

 

Mekanisme pelaksanaan programnya, BPPD membeli bibit sayur mayur dan ikan dari petani setempat untuk dikembangkan di RPL. Hasilnya kemudian kembali dijual ke masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Dampaknya sangat luas. Masyarakat terpenuhi kebutuhan konsumsinya dan kesejahteraannya meningkat karena mendapat penghasilan lebih dari hasil penjualan produksi RPL.

 

Mengingat RPL yang dikembangkan tersebut tidak hanya untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Jika berkembang diharap juga bisa memenuhi kebutuhan pangan beberapa kampung di sekitarnya.

 

“Nantinya RPL diharap menjadi sumber sayur-mayur dan ikan. Jadi masyarakat tidak tergantung pasokan dari daerah lain. Sekalipun musim kemarau seperti sekarang masyarakat tidak kekurangan bahan pangan. Semua dipenuhi sendiri dari RPL,” katanya.

 

Kondisinya, masyarakat perbatasan selalu kesusahan memenuhi kebutuhan selama kemarau. Sebab akses pengangkut kebutuhan bahan pokok hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi air. Alhasil saat sungai kering, distribusi barang dan orang menjadi terhambat.

 

Selain sayur-mayur,  pemprov juga membantu bibit cabe untuk dikembangkan masyarakat. Alasannya cabe salah satu komoditi yang dapat memicu inflasi. Sedangkan bantuan bibit ikan lele karena memiliki ketahanan dan mudah dikembangkan.

 

“Awalnya kita bantu bibit ikan mas dan nila, tapi gagal karena masyarakat kesulitan pakannya. Kalau lele lebih mudah,” urainya.(diskominfo kaltim/arf)

 


Tidak ada Komentar


Kirim Komentar Anda

rc






Download Baliho

Klik Pada Gambar


KLIK WIEK, INFORMASINYA MENARIK

img

TERLAHIR sejak 7 November 2012, WIEK (Warung Informasi Etam Kaltim) yang dikelola Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Samarinda,…
Selengkapnya


Testimonial

123

123 , Samarinda




RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI KALTIM




Berita Terkini

Lihat Semua

BPPD Manfatkan Alat TTG *Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pulau Terluar

SAMARINDA – Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD)…Selengkapnya

Jauhar Minta Semua Sektor Gunakan TTG

SAMARINDA – Kepala Badan…Selengkapnya

Galeri

Lihat Semua img img img
img img img

Sekilas Warung Informasi Etam Kaltim (WIEK)

Hasrat Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, membuka  Warung Informasi Kaltim  bukan basa basi lagi.  Ia menyatakan,  persiapan pembukaan  warung informasi   yang diberi nama  Warung… Selengkapnya


facebook twitter rss