Pasca Pisah Kaltara, Dinas PTP Upayakan Pengganti Lahan FRE Kaltim

Oleh : aris 16 Mei 2014    Tidak ada komentar

SAMARINDA -- Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim diakui terus mengupayakan pembangunan lahan pertanian arti luas baru dalam rangka mengganti kekurangan lahan Food dan Rice Estate (FRE) setelah Kaltim dan Kaltara berpisah seiring pembentukan daerah otonom baru (DOB) Kaltara.


“Tadinya ada 50 kecamatan pengembang pertanian arti luas Kaltim. Setelah pemisahan wilayah tentu ada pengurangan. Nah kekurangannya diganti dengan lahan pertanian baru di beberapa kabupaten yang potensial seperti Paser, PPU, Kukar, Kubar, Kutim, dan mulai mencoba pengembangan di Berau” sebut Kepala Dinas PTP Kaltim, Ibrahim MP ketika berbincang, di Samarinda, Rabu (14/5).

Beberapa kabupaten dimaksud telah ditetapkan sebagai wilayah FRE Kaltim. Bahkan telah disebutkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2014 – 2018. Ditargetkan harus mampu menjadi sentra-sentra produksi pertanian hingga akhir pelaksanaannya.

Seperti Paser, PPU, dan Kukar, dalam RPJMD ditetapkan sebagai pengembang FRE. Sedangkan Kubar dan Kutim ditetapkan sebagai kawasan industri pertanian.

Terkait pemenuhi target pembangunan pertanian swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan 2018, Ibrahim mengaku optimis terwujud sekalipun lahan pertanian Kaltim berkurang setelah pisah Kaltara. Selain mengupayakan penambahan lahan pertanian baru, Dinas PTP juga akan melakukan pendampingan sentra-sentra pertanian yang ada untuk mengoptimalkan produksi pertaniannya.

“Kita lakukan optimalisasi lahan. Termasuk pemenuhan sarana prasarananya seperti penggunaan benih unggul, pupuk, dan lainnya. Semua harus menjadi perhatian, sehingga yang tadinya dalam setahun hanya mampu panen sekali, ke depan ditingkatkan hingga dua kali,” katanya.

Ketika ditanya soal luasan potensial kawasan pengembang FRE Kaltim, Ibrahim mengaku belum merinci keseluruhan. Yang jelas, pihaknya sudah menginventarisir luasan yang ada serta yang baru akan dikembangkan sebagai pengganti sentra-sentra pertanian yang masuk wilayah Kaltara.

“Kalau komoditi yang kembangkan tetap. Komoditi strategis yang menjadi unggulan di Kaltim. Diantaranya padi, jagung, kedelai, ditambah ubi kayu,” sebutnya.(arf-ky/diskominfo)


Tidak ada Komentar


Kirim Komentar Anda

rc






Download Baliho

Klik Pada Gambar


KLIK WIEK, INFORMASINYA MENARIK

img

TERLAHIR sejak 7 November 2012, WIEK (Warung Informasi Etam Kaltim) yang dikelola Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Samarinda,…
Selengkapnya


Testimonial

123

123 , Samarinda




RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI KALTIM




Berita Terkini

Lihat Semua

BPPD Manfatkan Alat TTG *Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pulau Terluar

SAMARINDA – Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD)…Selengkapnya

Jauhar Minta Semua Sektor Gunakan TTG

SAMARINDA – Kepala Badan…Selengkapnya

Galeri

Lihat Semua img img img
img img img

Sekilas Warung Informasi Etam Kaltim (WIEK)

Hasrat Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, membuka  Warung Informasi Kaltim  bukan basa basi lagi.  Ia menyatakan,  persiapan pembukaan  warung informasi   yang diberi nama  Warung… Selengkapnya


facebook twitter rss