Di Arena Agro Food Expo, Produk Olahan Singkong dan Pisang Paling Diminati Investor

Oleh : aris 12 Mei 2014    Tidak ada komentar

Di Arena Agro Food Expo, Produk Olahan Singkong dan Pisang Paling Diminati Investor

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim berencana menyusun data dampak pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (PNPM-MPd) bagi kehidupan masyarakat setempat. Penyusunannya dilakukan secara bertahap pada tingkat kecamatan dengan membuat formulir pengukuran dampak pelaksanaan PNPM-MPd.

“Saat ini yang sudah melaksanakan penyusunan data dampak pelaksanaan PNPM-MPd baru Kecamatan Muara Badak,  Kutai Katanegara. Mereka sekaligus menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Kaltim,” kata Kepala BPMPD Kaltim, Moh Jauhar Efendi ditemani Kabid Ketahanan Sosial Budaya Masyarakat, Musa Ibrahim, di Samarinda, Selasa (6/5).

Pengukuran dampak dilakukan untuk melihat kemampuan masyarakat mentransfer pola pemberdayaan yang dilaksanakan, sehingga masyarakat tetap mandiri saat PNPM-MPd berakhir. Selain itu juga melohat  keberhasilan program peningkatan tarap hidup pelakunya. Ditandai peningkatan atau penambahan  sumber pendapatan masyarakat.

“Kita ingin melihat sejauh mana PNPM-MPd mampu melengkapi pembangunan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Mengingat, kegiatannya banyak diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Diantaranya pembangunan gedung sekolah, jembatan, hingga pemenuhan sarana listrik dan air bersih,” jelasnya

Ia pun menjelaskan pada prinsipnya,setelah berjalan hampir 7 tahun perlu dievaluasi. Apakah pelaksanaannya sudah mampu merubah tiga hal prinsip tujuan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini. Yakni perubahan tarap hidup masyarakat, peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup karena terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat oleh masyarakat itu sendiri.

Secara teknis, Camat Muara Badak melalui penanggung jawab operasional kegiatan (PJOK)  menginstruksikan pembuatan formulir pengukuran dampaknya. Sementara unit pengelola kegiatan (UPK) atau pelaku PNPM-MPd mengisi formulir tersebut dengan membandingkan kondisi masyarakatnya sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan PNPM-MPd.

Menurutnya, penyusunan data tersebut hanya untuk data awal versi pemerintahan kecamatan setempat melalui PJOK maupun UPK. Untuk akurasi data, BPMPD berencana memanfaatkan jasa tim independen untuk menyusun data dampak pelaksanaan PNPM-MPd secara keseluruhan. Ini agar data yang dihasilkan valid sesuai kondisi di lapangan. (arf-ky/diskominfo)


Tidak ada Komentar


Kirim Komentar Anda

rc






Download Baliho

Klik Pada Gambar


Touched By TryDee

img

TERLAHIR sejak 7 November 2012, WIEK (Warung Informasi Etam Kaltim) yang dikelola Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Samarinda,…
Selengkapnya


Testimonial

123

123 , Samarinda




RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI KALTIM




Berita Terkini

Lihat Semua

Touched By TryDee

Selengkapnya

Jauhar Minta Semua Sektor Gunakan TTG

SAMARINDA – Kepala Badan…Selengkapnya

Touched By TryDee

Selengkapnya

Galeri

Lihat Semua img img img
img img img

Touched By TryDee

Ketika kesempatan sudah pergi Ketika waktu tak pernah kembali -:- 2 things we will never be able to take it back -:- -:- ANDAI SAJA WAKTU BISA BERPUTAR KEMBALI :') -:- -:- We Are -:- ANXIOUS SQUAD Selengkapnya


facebook twitter rss