Game Satria Lembuswana Diharap Digandrungi Anak-anak

Oleh : 25 Agustus 2013    Tidak ada komentar

 

 

SAMARINDA – Buah karya anak bangsa, khususnya masyarakat Samarinda, diisyaratkan akan meramaikan dunia game atau permainan anak-anak tanah air. Kalau selama ini  anak-anak dicekoki game asal Jepang dan Amerika Serikat, ke depan  game Satria Lembuswana, karya Ramadhan S Peryata  dengan cerita tokoh dan pahlawan asal Kaltim diharapkan juga digandrungi. 

 

“Pertarungan para satria asal kerajaan Kutai dalam mempertahankan kerajaannya dari serangan para perompak dan penjajah asal kerajaan Sulu, Filipina Selatan, sekarang sudah bisa dinikmani anak-anak Indonesia. Game berjudul Satria Lembuswana ini diharapkan mampu mempromosikan ikon mitologi Kerajaan Kutai bagi anak-anak dan remaja kita,” ucap  Ramadhan S Pernyata ketika berbincang di Samarinda, Sabtu (24/8).

 

Menurut dia, pemilihan Satria Lembuswana karena Lembuswana disebut-sebut sebagai hewan  mitologi kerajaan Kutai yang fisiknya berkepala gajah, bermahkota, bertanduk, bertaji, bersisik naga, bersayap, dan berbadan lembu. Saat ini Lembuswana menjadi maskot kerajaan Kutai yang pada abad ke 4 dikenal sebagai hewan titisan dewa yang diangap  pelindung kerajaan. Bahkan berdirinya kerajaan Kutai tidak lepas dari bantuan lembuswana.

 

“Kerajaan Kutai memiliki sejarah panjang dan menjadi pioner berdirinya kerjaaan di Indonesia. Karenanya sejarah kerajaan tertua yang berdiri pada abad ke 13 ini dianggap layak untuk diperkenalkan kepada khalak luas. Salah satunya melalui game Satria Lembuswana ini,” akunya.

 

Meski saai ini baru mencapai level 5 dari rencana 30 level yang akan dibuat, game yang menampilkan tiga jagoan asal Kutai itu diyakini mampu menjadi salah satu permainan yang dapat memberikan arahan, ilmu pengetahun kepada remaja dan anak-anak Indonesia,  khususnya Kaltim.

 

Selama empat bulan pengerjaan, ia  mengaku baru mampu menyelesaikn lima level.  Sebab, semua dikerjakannya sendiri.  Karena itu, ia  mengajak siswa dan mahasiswa di Kaltim membantu menyelesaikan level lanjutan game ini.   

“Saya yakin dengan bantuan siswa dan mahasisa Samarinda game ini bisa selesai hingga level 30. Mereka (siswa dan mahasiswa,Red) bisa membantu membuat program gerakan-gerakan pada permaian disetiap levelnya. Tapi ide ceritanya tetap sesuai konsep yang telag dibuat,” katanya.

 

Meski begitu, game karya anak bagsa ini sudah mendapat apresiasi  siswa dan mahasiswa di Samarinda. Mereka berharap game ini dapat mengalahkan game dari luar negeri yang menguasai  pasar game Indonesia hingga 92 persen. “Kehadiran game ini diharapkan mampu membawa dan memperkenalkan budaya Kaltim termasuk mampu melahirkn nama tokoh-tokoh jagoan asal Kaltim,” harap Dina, salah satu  mahasiswa tentang  game itu. (arf)

 


Tidak ada Komentar


Kirim Komentar Anda

rc






Download Baliho

Klik Pada Gambar


KLIK WIEK, INFORMASINYA MENARIK

img

TERLAHIR sejak 7 November 2012, WIEK (Warung Informasi Etam Kaltim) yang dikelola Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Samarinda,…
Selengkapnya


Testimonial

123

123 , Samarinda




RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI KALTIM




Berita Terkini

Lihat Semua

BPPD Manfatkan Alat TTG *Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pulau Terluar

SAMARINDA – Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD)…Selengkapnya

Jauhar Minta Semua Sektor Gunakan TTG

SAMARINDA – Kepala Badan…Selengkapnya

Galeri

Lihat Semua img img img
img img img

Sekilas Warung Informasi Etam Kaltim (WIEK)

Hasrat Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, membuka  Warung Informasi Kaltim  bukan basa basi lagi.  Ia menyatakan,  persiapan pembukaan  warung informasi   yang diberi nama  Warung… Selengkapnya


facebook twitter rss