FRE Teratasi, RTRWP Sediakan 400 Ribu Ha Lahan Pertanian

Oleh : 18 November 2013    Tidak ada komentar

FRE Teratasi, RTRWP Sediakan 400 Ribu Ha Lahan Pertanian

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pertanian, SDA dan LH, Rudi Kusnandar saat menyerahkan bantuan bibit padi kepada para petani  untuk dikembangkan lebih intensif dan efisien sesudah acara temu wicara  di Desa Karang Tunggal, Tenggarong Seberang, Kukar, Ahad (17/11). (foto : wiek/yoyo) 

 

TENGGARONG – Kendala pengembangan Food and Rice Estate (FRE) di Kaltim terkait kepastian lahan segera teratasi. Pemprov Kaltim akan memiliki kepastian hukum terkait ketersediaan lahan pengembangan program pertanian dalam arti luas seiring  segera disahkannya rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Kaltim oleh DPR RI.

 

“Dua bulan lalu usulan RTRWP Kaltim disetujui Menhut dengan SK No 54/2013 tentang perubahan kawasan hutan menjadi nonkehutanan. Di antaranya terdapat peruntukan untuk penegembangan pertanian seluas 400 hektare. Sekarang ini tinggal menunggu rekomendasi Komis IV saja sudah disahkan,” ucap Gubernur Kaltim melalui  Staf Ahli Bidang Pertanian, SDA dan LH,  Rudi Kusnandar, sebelum membuka temu masyarakat dengan Gubernur  di Desa Karang Tunggal, Tenggarong Seberang, Kukar, Ahad (17/11).

 

Menurut dia, selama ini pengembangan FRE di Kaltim  guna mendukung program  swasembada pangan nasional dan surplus 10 juta ton beras pada 2014 belum optimal.  Sebab, sebagian besar lahannya  masih kawasan  hutan. Namun, adanya perubahan status lahan melalui RTRWP diharap bisa mempercepat realisasi  FRE di Kaltim.

 

Setelah itu, sebut Rudi, tinggal menguatkan komitmen semua pihak. Mulai dari  Bupati/Walikota, pemangku kepentingan bidang pertanian dalam arti luas hingga masyarakat petani harus menyukseskannya. Tanggung jawab menyukseskan program nasional  itu melekat pada semua pihak untuk mendukung konsep pengembangannya.

 

Gubernur berharap temu wicara ini bisa dijadikan sebagai wadah mempersatukan persepsi dan mensinergikan program antara masyarakat petani dan pemerintah. Dengan begitu,  kebutuhan masyarakat bisa langsung disampaikan sehingga bisa segera dipenuhi.

 

Di sela-sela maraknya temu wicara itu, Gubernur Awang Faroek Ishak sendiri langsung  menyempatkan menyapa masyarakat melalui telepon.  Ia mengapresiasi usahan petani yang sudah cukup bagus untuk mendukung ketahanan pangan di Kaltim.

 

“Saat peringatan hari pangan se dunia ke 33 di Padang (Sumbar) beberapa waktu lalu,  saya bersama 12 Gubernur se Indonesia sudah bertekad mewujudkan swasembada pangan.  Kaltim harus bisa berikan kontribusi ketahanan pangan,”  ujarnya seraya menyatakan siap meningkatkan alokasi anggaran pertanian pada APBD 2014, dan masyarakat petani juga harus  terus meningkatkan usaha pertaniannya.

 

Lantas  Wabub Kukar, HM Gufran Yusuf  pun  menyapa masyarakat via telepon. Ia menyatakan, Pemkab Kukar sudah memiliki komitmen kuat mengembalikan daerahnya sebagai lumbung pangan. Salah satunya mengamankan lahan pertanian untuk tidak dialihfungsikan ke peruntukan lain.

 

“Sekarang kita sudah bahas Perda perlindungan lahan pertanian produktif. Intinya tidak bisa mengalihkan lahan pertanian untuk peruntukan lain,” katanya seraya berharap pada pelaksanaannya butuh dukungan kesadaran dan pemahaman petani agar tidak mudah dirayu untuk  menjual lahannya dialihfungsikan ke sektor lain.

 

Sementara Ketua Panpel  temu masyarakat, Husaini  tak kalah cerianya. Ia mengamini statemen Wabup Kukar.  “Kenapa fasilitasi dialog masyarakat dengan pemerintah kali ini difokuskan bagi masyarakat petani. Tujuannya untuk menunjang pengembangan pertanian di Kaltim,” ujar Husaini yang akrab disapa Zazad.

 

Menurut dia, upaya menumbuhkan dialog dua arah ini penting untuk  menciptakan persamaan persepsi guna membangun sinergitas pemerintah --  petani. Sebab, melalui  dialog pemangku kebijakan bisa mengetahui persis apa yang dibutuhkan untuk menunjang pengembangan pertanian.

 

Pemprov Kaltim diakui dalam 5 tahun pelaksanaan RPJMD telah memperlihatkan upaya pergeseran struktur penggerak ekonomi dengan meningkatkan peran pertanian seiring menipisnya peran SDA tidak terbarukan.  Apalagi pemerintah tidak bisa terus tergantung lantaran saatnya SDA tidak terbarukan itu akan habis.

 

“Kita tidak ingin saat SDA tidak terbarukan habis, Kaltim sudah tidak punya andalan lain. Karenanya sesuai visi misi pembangunan 2013 – 2018, fokus kita ke pengembangan pertanian dalam arti luas dengan sasaran menjadikan Kaltim sebagai  lumbung pangan nasional,” katanya.

 

Temu masyarakat yang dihadiri masyarakat petani Desa Karang Tunggal ini merupakan  program kerjasama Diskominfo Kaltim – Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas PTP Kaltim, H Ibrahim, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Suparmin, Akademisi Fak Pertanian Unmul Samarinda, Rusdiansyah, Ketua KTNA Kaltim, Andi Burhan Badurrahman dan Rudi Kusnandar mewakili Gubernur.  Topik bahasannya ‘Pengembangan Pola Tanam dengan Sistem Rice Intensifications (SRI)’. (arf)


Tidak ada Komentar


Kirim Komentar Anda

rc






Download Baliho

Klik Pada Gambar


Touched By TryDee

img

TERLAHIR sejak 7 November 2012, WIEK (Warung Informasi Etam Kaltim) yang dikelola Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Samarinda,…
Selengkapnya


Testimonial

123

123 , Samarinda




RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI KALTIM




Berita Terkini

Lihat Semua

Touched By TryDee

Selengkapnya

Jauhar Minta Semua Sektor Gunakan TTG

SAMARINDA – Kepala Badan…Selengkapnya

Touched By TryDee

Selengkapnya

Galeri

Lihat Semua img img img
img img img

Touched By TryDee

Ketika kesempatan sudah pergi Ketika waktu tak pernah kembali -:- 2 things we will never be able to take it back -:- -:- ANDAI SAJA WAKTU BISA BERPUTAR KEMBALI :') -:- -:- We Are -:- ANXIOUS SQUAD Selengkapnya


facebook twitter rss